Sepasang suami istri asal California, Amerika Serikat, berbulan madu ke Hawaii di masa pandemi dan menolak di karantina. Mereka adalah Borice Leouskiy dan istrinya Yuliia Andreichenko.

Borice Leouskiy, 20 tahun, dan Yuliia Andreichenko, 26 tahun, tiba di Hawaii pada Kamis (30/4/2020). Sesuai aturan di Hawaii, seluruh pelancong harus menjalani karantina selama 14 hari saat pandemi virus Corona.

Bahkan, Hawaii siap membiayai turis untuk pulang andai tak mematuhi aturan itu. Apalagi, pasangan tersebut datang dari California yang memiliki kasus virus Corona cukup tinggi, hingga 53 ribu.

Setibanya di Hawaii, mereka menginap di sebuah hotel di Waikiki. Pihak hotel meminta mereka untuk melakukan karantina selama 14 hari sebelum melanjutkan liburannya. Namun, mereka malah menolak dan mengatakan bahwa petugas bandara memberitahu mereka tidak wajib melakukan karantina.

Dengan santainya mereka meninggalkan hotel untuk berkeliling mengunjungi teman, pergi ke taman dan pantai. Malam harinya mereka pulang ke hotel dengan membawa sekotak pizza.

Kemudian manajer hotel kembali meminta pasangan itu untuk menaati peraturan karantina dengan menandatangani surat pernyataan, tapi mereka menolak lagi. Bahkan pasangan ini tak segan untuk mencibir manajer hotel.

Tapi, Leousky dan Yuliia menolak permintaan pemerintah Hawaii itu. Tak mau menandatangani kesepakatan karantina, mereka juga meninggalkan hotel di kawasan Waikiki.

“Kami menghargai kewaspadaan dan kerja sama staf hotel, dan staf di hotel lainnya dalam membantu menjaga kesehatan dan keselamatan pengunjung dan penduduk,” kata Jaksa Agung Hawaii, Clare Connors, seperti dikutip Foxnews.

“Adalah penting bahwa setiap orang yang terbang ke Hawaii saat ini untuk mematuhi aturan wajib ka,” dia menambahkan tanpa menyebut hotel tempa menginap pasangan itu.

Saat ini, Hawaii melaporkan 620 kasus virus Corona.

β€œDengan sebagian besar kasus COVID-19 Hawaii terkait dengan perjalanan, sangat penting bahwa kami lebih jauh mengurangi penyebaran virus oleh penduduk dan pengunjung yang datang dari luar negara,” kata seorang pejabat negara.

Chat dengan Kami
Scroll to Top