Bali Handara Golf Course tempat Wisata

15 Januari 2021 | 7:54 pm

Sekretaris Jenderal Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) Amalia Yunita mengatakan, destinasi wisata yang ideal untuk melakukan jaga jarak adalah kota kecil. “(Kemudian) pedesaan, taman nasional (TN), taman hutan rakyat (Tahura), hutan lindung, dan destinasi yang jarang dikunjungi atau remote area,” ujarnya. Hal tersebut dia ungkapkan dalam webinar IATTA bertajuk “Membangkitkan Kembali Pariwisata Indonesia Melalui Wisata Petualangan”, Kamis (14/1/2021).

Untuk diketahui, saat ini Indonesia memiliki ribuan desa wisata. Di Jawa Barat (Jabar) sendiri, pada Oktober 2020, Dinas Pariwisata Provinsi Jabar telah mengklasifikasi 251 desa wisata untuk semakin dikembangkan. Jika ingin berkunjung, beberapa desa wisata yang tersebar di Jabar adalah Desa Wisata Cibuntu, Desa Wisata Pasanggrahan, Desa Wisata Sari Bunihayu, dan Desa Wisata Wangunharja.

Sementara untuk TN, beberapa yang dimiliki oleh Indonesia adalah TN Gunung Halimun Salak, TN Alas Purwo, TN Baluran, TN Bali Barat, TN Lore Lindu, TN Kerinci, dan TN Way Kambas. Untuk tahura, salah satunya adalah Tahura Ir. H. Djuanda di Bandung. Tempat wisata tersebut merupakan tahura pertama di Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1985, mengutip situs resminya.

Menurut Amelia, deretan destinasi wisata ideal untuk melakukan jaga jarak tersebut dapat dijadikan sebagai peluang bagi pelaku wisata petualangan untuk bangkit. Sebab, pandemi Covid-19 membuat wisatawan lebih suka melakukan perjalanan wisata domestik dan menuju ke destinasi wisata luar ruangan. “Pandemi ini mendorong orang-orang untuk pergi ke tempat di mana kita bisa menjual wisata petualangan,” jelasnya.

Menurut Amelia, deretan destinasi wisata ideal untuk melakukan jaga jarak tersebut dapat dijadikan sebagai peluang bagi pelaku wisata petualangan untuk bangkit. Sebab, pandemi Covid-19 membuat wisatawan lebih suka melakukan perjalanan wisata domestik dan menuju ke destinasi wisata luar ruangan. “Pandemi ini mendorong orang-orang untuk pergi ke tempat di mana kita bisa menjual wisata petualangan,” jelasnya.

Untuk kegiatan wisata petualangan sendiri, para wisatawan dapat mencoba berbagai kegiatan wisata baik di darat, air, maupun udara. Adapun, kegiatan wisata petualangan di darat beberapa di antaranya adalah panjat tebing, mendaki, atau trekking. Sementara untuk air terdapat diving, snorkeling, kayak, arung jeram, atau kanyoning yang mengombinasikan darat dan air. Untuk wisata petualangan di udara, salah satunya adalah paralayang.

Chat dengan Kami
Scroll to Top